Al-Quthub  ✦  Wali Majdub

Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim

Al-Quthub — Habib Basirih — Datuk Keramat Basirih

Sekitar 1856, Banjarmasin, Kalimantan Selatan 18 Jumadil Awal 1949, Banjarmasin (usia 90+ tahun)

Biografi

Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim, yang dikenal luas sebagai Habib Basirih atau Datuk Keramat Basirih, adalah seorang ulama, wali, dan pemimpin spiritual yang lahir sekitar tahun 1856 di lingkungan keluarga Bahasyim — keluarga Hadrami berdarah mulia yang telah lama menetap di Kalimantan Selatan.

Sejak remaja, beliau menempuh perjalanan jauh ke Mekkah Al-Mukarramah untuk menuntut ilmu agama Islam. Di sana beliau berguru kepada ulama-ulama terkemuka, mendalami tauhid, fikih, dan tasawuf, sebelum akhirnya kembali ke tanah Banjar untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

Setelah menetap di Basirih, Banjarmasin, beliau aktif membimbing masyarakat, memimpin majelis ilmu, dan mengajarkan jalan menuju ketakwaan. Kelurahan Basirih yang kini menjadi bagian Kota Banjarmasin dinamai sesuai dengan tempat tinggal dan pengaruh beliau yang begitu dalam terhadap kehidupan warga.

Di tengah masa penjajahan Belanda dan pendudukan Jepang, Habib Hamid diakui sebagai pemimpin para pejuang — memberikan dukungan moral dan spiritual bagi mereka yang melawan ketidakadilan kolonial.

Memasuki usia senja, beliau semakin menjauh dari dunia dan tenggelam dalam khalwat (uzlah), tafakur, dan riyadhah. Beliau dikenal sebagai Wali Majdub — seorang wali yang fana dalam kecintaan kepada Allah SWT. Kehidupannya sangat zuhud: hanya makan segenggam nasi dan segelas kopi, tinggal di bilik sederhana berselimut kelambu kuning, dan berkomunikasi melalui isyarat penuh hikmah yang seringkali baru dipahami bertahun-tahun kemudian.

Beliau wafat pada 18 Jumadil Awal 1949 dalam usia lebih dari 90 tahun, meninggalkan warisan spiritual yang terus hidup hingga hari ini. Makamnya di Kelurahan Basirih, Banjarmasin Barat, yang dikenal sebagai Kubah Habib Basirih, telah ditetapkan sebagai situs warisan religi oleh Pemerintah Kota Banjarmasin dan dikunjungi ribuan peziarah setiap harinya.

Nasab & Silsilah

Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim adalah keturunan ke-36 dari Nabi Muhammad SAW, melalui jalur nasab yang bersambung sebagai berikut:

Hamid bin Abbas bin Abdullah bin Husin bin Awad bin Umar bin Ahmad bin Syekh bin Ahmad bin Abdullah bin Aqil bin Alwi bin Muhammad bin Hasyim bin Abdullah bin Ahmad bin Alwi bin Ahmad Al-Faqih bin Abdurrahman bin Alwi Umul Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali' Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-Uraidhi bin Ja'far Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib dan Fathimah Az-Zahra binti Rasulullah SAW

Leluhur keluarga Bahasyim di Kalimantan Selatan adalah Habib Awad bin Umar Bahasyim (keturunan ke-32 dari Rasulullah SAW), yang datang dari arah Sampit, Kalimantan Tengah dan menetap di Banjar. Keluarga Bahasyim berasal dari Hadramawt, Yaman — tanah para dai dan ulama Hadrami yang tersebar ke seluruh Nusantara.

Habib Hamid seketurunan dengan Sunan Ampel — keduanya sama-sama keturunan Alwi Umul Faqih, namun melalui jalur yang berbeda: Sunan Ampel melalui jalur Abdul Malik, sementara Habib Hamid melalui jalur Abdurrahman.

☪
Ringkasan

Ulama, wali, dan pemimpin spiritual Kalimantan Selatan. Keturunan ke-36 dari Rasulullah SAW. Dikenal sebagai Habib Basirih — nama yang diabadikan sebagai nama kelurahan di Banjarmasin. Makamnya menjadi situs religi yang dikunjungi ribuan peziarah setiap hari.

Makam

Kubah Habib Basirih
Kelurahan Basirih
Kec. Banjarmasin Barat
Kota Banjarmasin, Kalsel